Catatan Antropologi Hanna Kiriena Bersama Ibu Serepina Tiur Maida Pert.1

BRAINSTRORMING ANTROPOLOGI

Hanna Kireina Eclesia L/203300050026/Hukum P2K

Univ Mpu Tantular Kedoya

Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.

 

 

PENGERTIAN ANTROPOLOGI

 

Antropologi berasal dari bahasa Yunani anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti wacana (bernalar, berakal) atau disebut ilmu. Secara etimologis, antropologi berarti ilmu yang mempelajari manusia. Menurut Kamus Oxford, antropologi adalah studi tentang masyarakat dan budaya manusia dan perkembangannya. Dapat diartikan studi tentang karakteristik biologis dan fisiologis manusia dan evolusinya.

Berikut ini pengertian antropologi menurut para ahli:

David E. Hunter dalam The Study of Anthropology (1976)

Antropologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang lahir dari adanya keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.

 

 William A. Haviland dalam Cultural Anthropology (1975)

Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang umat manusia secara umum dengan mempelajari warna fisik, bentuk fisik dan kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat.

 

Koentjaraningrat

Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna-warna, bentuk fisik suatu masyarakat serta kebudayaan-kebudayaan yang dihasilkan. Dari definisi-definisi tersebut dapat disusun pengertian sederhana antropologi, yaitu ilmu yang mempelajari umat manusia dari segi keanekaragaman fisik dan kebudayaan  yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.



Fungsi ilmu Antropologi memanfaatkan dan membangun pengetahuan dari ilmu sosial, biologi, humaniora dan fisik. Studi antropologi berkaitan dengan fitur biologis yang menjadikan manusia dan aspek sosial manusia. Fitur biologis yang dimaksud seperti fisiologi, susunan genetika, sejarah gizi dan evolusi. Sedangkan aspek sosial seperti bahasa, budaya, politik, keluarga dan agama).

 Fungsi antropologi adalah untuk mengembangkan pengetahuan tentang manusia baik secara fisik (biologis) maupun secara sosio-kultural.

Menurut Koentjaraningrat, Antropologi memperhatikan lima masalah mengenai makhluk manusia yaitu :

 

 

 

1.Masalah sejarah terjadinya dan perkembangan manusia sebagai mahluk biologis.

2.Masalah sejarah terjadinya aneka warna mahluk manusia yang dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya.

3.Masalah persebaran dan terjadinya aneka warna bahasa yang diucapkan oleh manusia  diseluruh dunia.

4.Masalah perkembangan, persebaran dan terjadinya aneka warna dari kebudayaan manusia diseluruh dunia.

5.Masalah dasar-dasar dan aneka warna kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat-masyarakat dan suku-suku bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi zaman sekarang ini.

 

RUANG LINGKUP ANTROPOLOGI  

 

1. ANTRPOLOGI FISIK
Antropologi fisik mempelajari manusia sebagai organisme biologis yang melacak perkembanhan manusia menurut evolusinya dan menyelidiki variasi biologisnya dalam berbagai jenis (spesies). Melalui aktivitas analisis yang mendalam terhadap fosil-fosil dan pengamatan pada primate-primata yang pernah hidup, para ahli antrpologi fisik berusaha melacak nenek moyang jenis manusia untuk mengetahui bagaimana, kapan, dan mengapa kita menjadi makhluk seperti sekaran ini (Haviland, 1999: 13)

 

2. ANTROPOLOGI BUDAYA
Antropologi budaya memfokuskan perhatianya kepada kebudayaan manusia ataupun cara hidupnya dalam masyarakat. menurut Haviland (1999:12) cabang antropologi budaya ini dibagi-bagi lagi menjadi tiga bagian, yakni arkeologi, antroplogi linguistic, dan etnologi.

Antropologi budaya juga merupakan studi tentang praktik-praktik social, bentuk-bentuk ekspresif, dan penggunaan bahasa, dimana makna diciptakan dan diujui sebelum digunakan oleh masyarakat manusia ?(Burke,2000:193).
Biasanya, istilah antropologi budaya dikaitkan dengan tradisi riset dan penulisan antropologi di Amerika. pada awal abad ke-20, Franz Boas (1940) mengajukan tinjauan kirtisnya terhadap asumsi-asumsi antropologi evolusioner serta inflikasi yang cendrung bersifat rasial. Dalam hal itu, boas menyoroti keberpihakan pada komparasi dan generalisasi antropollgi tradisional ytang dinilainnya kurang tepat, selanjutnya ia mengembangkan alitan baru yang sering disebut antropologi boas. dalam hal ini, boas merumuskan konsep kebudayaan yang bersifat relative. plural dan holistic
saat ini, kajian antropologi budaya lebih menekankan pada empat aspek yang tersusun.

 

TUJUAN ANTROPOLOGI

 

1.Tujuan akademis: untuk mencapai pengertian tentang makhluk manusia pada umumnya dengan mempelajari berbagai bentuk fisiknya, masyarakat dan kebudayaannya.

2.Tujuan praktis: mempelajari manusia di berbagai masyarakat suku bangsa di dunia guna membangun masyarakat itu sendiri.

Comments

Post a Comment