Catatan Tugas Mandiri bersama Ibu Serepina Tiur Maida Pert - 3
Kembali lagi di catatan saya ini, pada hari ini saya ingin
membagikan tugas catatan saya masih mengenai Antropologi.
HUBUNGAN ANTARA ANTROPOLOGI SOSIAL DAN SOSIOLOGI
Apa (What) sih yg menjadi keterkaitan antara hubungan Sosial & Sosiologi dalam Antropologi ini? mari seikit kita bahas, hubungan antara Sosiologi dan Antropologi sangat erat.
Antropologi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari budaya masyarakat pada
etnis tertentu. Sementara Sosiologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari sifat,
prilaku & perkembangan sosial dalam masyarakat. Dalam mengkaji masyarakat
dan kebudayaannya, antropologi dibantu oleh ilmu sosiologi sehingga kemudian
muncul penamaan ilmu ‘Sosio-antropologi’.
Persamaan dan Perbedaan antara kedua ilmu :
Persamaannya terdapat pada tujuannya yaitu untuk mencapai
pengertian tentang asas-asas hidup masyarakat dan kebudayaan manusia pada
umumnya.
Perbedaannya masing-masing mempunyai asal mula dan sejarah
perkembangannya yang berbeda. Mengapa (Why) keduanya memiliki sejarah yg berbeda? Padahal kalau liat dari sisi persamaan yg ada keduanya memiliki keterkaitan! Asal mula sejarah yang berbeda menyebabkan adanya
suatu perbedaan pengkhususan pada pokok dan bahan penelitian dari kedua ilmu
tersebut. Asal mula sejarah yang berbeda juga telah menyebabkan berkembangnya
beberapa metode dan masalah yang khusus dari kedua ilmu masing-masing. Sejarah
Perkembangan Sosiologi
Pada mulanya ilmu sosiologi hanya merupakan bagian dari ilmu filsafat yaitu filsafat sosial. Pada fase kedua, timbul kegiatan menganalisis masalah-masalah masyarakat yang semakin digalakkan, Lalu siapa (Who) yg memberitakan tentang ilmu filsafat sosiologi? salah satu sarjana ilmu filsafat, yaitu H. de Saint-Simon dan Auguste Comter mengumumkan teori mereka tentang sifat positif dari segala ilmu pengetahuan, juga dari ilmu tentang masyarakat atau sosiologi menyadarkan bahwa ada suatu ilmu sosiologi tersendiri. Kemudian filsafat sosial menjadi ilmu khusus karena bangsa Eropa memerlukan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai asas-asas masyarakat dan kebudayaannya sendiri akibat krisis yang melanda.
Pokok ilmiah dari Antropologi
Sosial dan Sosiologi
Perbedaan antara antropologi dan sosiologi tidak dapat ditentukan lagi oleh perbedaan antara masyarakat suku bangsa di luar lingkungan Eropa –Amerika dengan bangsa-bangsa Eropa-Amerika, juga tidak dapat ditentukan oleh perbedaan antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan. Perbedaan yang nyata adalah kedua ilmu itu memakai metode ilmiah yang berbeda.
Metode/pendekatan yang digunakan dalam antropologi sosial
didalam melakukan penelitian adalah: Meneliti semua unsur dalam kehidupan suatu
kota/desa sebagai kebulatan. (misalnya aktivitas kehidupan keagamaan atau
aktivitas kehidupan kekeluargaan).
dan kapan (When) saat yg tepat atau putusan bisa dikategorikan hasil penelitian?
Penelitiannya akan bersifat intensif dan mendalam misalnya dengan
metode wawancara.
Mengumpulkan data yang mengkhusus ke dalam, kualitatif;
serta metode pengolahan dan analisis yang bersifat membandingkan, komparatif.
Sdimana (Where) metode/pendekatan dapat ditemukan dan digunakan dalam sosiologi
didalam melakukan penelitian?
Meneliti gejala-gejala atau proses-proses khusus dengan
tidak perlu memandang dahulu akan struktur dari keseluruhan misalnya suatu
perkumpulan, gereja, hub. Pemerintah dan penduduk, dsb.
dapat ditemukan penelitian melalui masyarakat kompleks dan metode penelitiannya
bersifat penelitian meluas, seperti dengan metode angket.
Mengumpulkan data yang bersifat meluas, merata dan berbagai
metode pengolahan bahan dan analisis yang berdasarkan perhitungan jumlah besar.
Metode – metode ini di sebut kuantitatif, seperti metode statistik.
Hubungan antara ilmu geologi dan
antropologi
Geologi dibutuhkan oleh subilmu
paleo-antropologi dan prehistori. Penelitian ini menganalisis menggunakan
metode-metode geologi untuk mengetahui umur dari lapisan-lapisan bumi tempat
artefak-artefak, fosil-fosil yang digali dalam lapisan-lapisan bumi.
Paleontologi dibutuhkan untuk
membuat suatu rekonstruksi tentang proses evolusi bentuk-bentuk makhluk dari
zaman dahulu hingga sekarang.
Penelitian ilmu anatomi akan
ciri-ciri dariberbagai bagian kerangka manusia, berbagai bagian tengkorak dan
ciri-ciri bagian tubuh manusia pada umumnya dapat membantu ahli antropologi
fisik untuk mendapat pengertian tentang asal mula dan penyebaran manusia serta
hubungan antara ras-ras di dunia.
Ilmu antropologi dapat memberi
kepada para dokter kesehatan masyarakat yang akan bekerja dan hidup di berbagai
daerah dengan keragaman budaya, metode-metode dan cara-cara untuk segera
mengerti dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan adat istiadat lain.
Merupakan suatu pengluasan dari
hubungan antara ilmu antropologi dan ilmu psikologi, yang kemudian mendapat
fungsi yang praktis.
Ilmu liguistik diperlukan untuk
dapat menganalisis dan mempelajari bahasa daerah tersebut dengan cepat, karena
setiap ahli antropologi yang mengumpulkan bahan etnografi di lapangan
memerlukan pengetahuan kilat tentang bahasa penduduk yang didatangi itu.
Sub ilmu dari antropologi yang
bernama prehistori melakukan penelitian menggunakan bahan bekas-bekas bangunan
kuno, juga prasasti-prasasti atau buku-buku kuno yang ditulis dalam zaman
kebudayaan-kebudayaan itu Berjaya. Dengan demikian antropologi dapat memberi
keterangan tentang bagian kebudayaan suatu bangsa yang tidak dapat diberikan
oleh ilmu-ilmu lain yang meneliti kebudayaan, seperti ilmu arkeologi.
Hubungan antara ilmu sejarah dan antropologi.
Konsep-konsep tentang kehidupan masyarakat yang dikembangkan oleh antropologi dan ilmu-ilmu sosial lainnya, akan memberi pengertian banyak kepada seorang ahli sejarah untuk mengisi latar belakang dari peristiwa politik dalam sejarah yang menjadi objek penelitiannya. Para ahli antropologi sebaliknya juga memerlukan sejarah, untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi karena masyarakat yang ditelitinya mengalami pengaruh dari suatu kebudayaan dari luar.
Hubungan antara ilmu geografi dan
antropologi.
Ahli geografi memerlukan
antropologi untuk menyelelami masalah mahkluk hidup yang beragam rupa dan
sifatnya. Sebaliknya, seorang sarjana antropologi memerlukan pengertian tentang
geografi, karena banyak masalah kebudayaan manusia yang mempunyai sangkut paut
dengan keadaan lingkungan alamnya.
Hubungan antara ilmu ekonomi dan
antropologi.
Seorang ahli ekonomi yang hendak
membangun ekonomi di Negara-negara yang jumlah penduduk desanya lebih banyak
daripada penduduk kotanya memerlukan antropologi untuk mengumpulkan keterangan
yang komparatif, misalnya mengenai sistem kemasyarakatan, cara berpikir,
pandangan dan sikap hidup dari warga masyarakat pedesaan tersebut.
Hubungan antara ilmu hukum adat
indonesia dan antropologi.
Para sarjana hukum adat
mempergunakan metode-metode antropologi untuk menyelamai latar belakang
kehidupan hukum adat di berbagai daerah di Indonesia. Sebaliknya, antropologi
memerlukan bantuan ilmu hukum adat Indonesia.
Hubungan antara ilmu administrasi
dan antropologi.
Untuk mendapatkan bahan keterangan
mengenai masalah-masalah yang berhubungan dengan agrarian, yang juga menjadi
suatu kompleks masalah yang sangat penting dalam ilmu administrasi, maka
diperlukan penelitian berdasarkan metode antropologi.
Hubungan antara ilmu politik dan
antropologi.
Untuk dapat memahami latar
belakang dan adat-istiadat tradisional dari suatu suku bangsa , maka metode
analisis antropologi menjadi penting bagi seorang ahli ilmu politik, untuk
mendapat pengertian yang sedang dipelajarinya itu.
Sedangkan seorang ahli antropologi
dalam mempelajari suatu masyarakat untuk menulis sebuah deskripsi etnografi
tentang masyarakat tersebut, tentu akan juga menghadapi sendiri kekuatan dan
proses politik local, serta aktivitas dari cabang-cabang partai politik
nasional disitu. Untuk menganalisis gejala-gejala itu perlu mengetahui
konsep-konsep dan teori-teori ilmu politik juga
Ilmu gabungan tentang tingkah laku
manusia.Dengan munculnya kesadaran akan batas kemampuan para sarjana dari
ilmu-ilmu dan subilmu-ilmu tersebut bahwa suatu aspek dari tindakan manusia
hanya dapat dicapai dengan bantuan dari ilmu-ilmu lain, maka mereka mulai
saling mendekati sehingga timbul saran-saran untuk membina kerja sama antara
berbagai ilmu social ke arah suatu “ilmu gabungan tentang tingkah-laku manusia”
(unified science of human behavior).
Demikian tugas catatan yang dapat
saya bagikan, terimakasih.
Mana 5 W + 1 H nya ya ??? yg di buat itu resume materi .. tapi identitas nasionalnya tidak tertulis . ok deh thanks sudah meresum yaa
ReplyDeleteSemangat
ReplyDeleteMantap bund
ReplyDelete“Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah”
ReplyDelete👌
ReplyDelete