Catatan Antropologi Hanna Kireina bersama Ibu Serepina Tiur Maida

PERTEMUAN KE-9 (KEBUDAYAAN)


 

Halooo semuanya balik lagi diBlog sasemuanya balik lagi diBlog saya, terimakasih sudah mau mampir dan membaca jangan lupa juga untuk coment kesan kalian atas tulisan saya ini.

 Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit tulisan mengenai Kebudayaan dan bagaimana Kebudayaan itu dilihat dari Ilmu Antropologi. Yuk kita mulai saja……

 

Menurut ilmu antropologi, “kebudayaan” adalah : keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan  masyarakatyang dijadikan milik dirt manusia dengan belajar.

Hal tersebut berarti bahwa hampir seluruh tindakan manusia adalah “kebudayaan” karena hanya sedikit tindakan manusia dalam kehidupan masyarakat yang tidak perlu dibiasakan dengan belajar, yaitu hanya beberapa tindakan naluri, beberapa refleks, beberapa tindakan akibat proses fisiologi, atau kelakuan membabi buta. Bahkan berbagai tindakan manusia yang merupakan kemampuan naluri yang terbawa dalam gen bersama kelahirannya (seperti makan, minum, atau berjalan dengan kedua kakinya), juga dirombak olehnya menjadi tindakan berkebudayaan.

Definisi yang menganggap bahwa “kebudayaan” dan “tindakan kebudayaan” itu adalah segala tindakan yang harus dibiasakan oleh manusia dengan belajar (learned behavior), juga diajukan oleh beberapa ahli antropologi terkenal seperti C. Wissler,2 C. Kluckhohn,3 A. Davis,4 atau A. Hoebel.5 Definisi yang mereka ajukan hanya beberapa saja di antara banyak definisi lain yang pernah diajukan, tidak hanya para sarjana antropologi, tetapi juga oleh para sarjana ilmu-ilmu lain seperti

sosiologi, filsafat, sejarah, dan kesusasteraan. Dua orang sarjana antropologi, A.L. Kroeber dan C. Kluckhohn, pernah mengumpulkan sebanyak mungkin definisi tentang kebudayaan yang pernah dinyatakan orang dalam tulisan, dan ternyata bahwa ada paling sedikit 160 buah definisi. 160 buah definisi itu kemudian mereka analisis, dicari latar belakang, prinsip, dan intinya, kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe definisi. Hasil penelitian mengenai definisi kebudayaan

tadi diterbitkan menjadi buku berjudul: Culture, A Critical Review of Concepts and Definitions (1952).

 

Kebudayaan (Culture) dan Peradaban :

Kata “kebudayaan” berasal dari kata Sanskerta buddhayah, yaitu ;ntuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Dengan demikian ke-budaya-an dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan engan akal”. Ada sarjana lain yang mengupas kata budaya sebagai aatu perkembangan dari kata majemuk budi-daya, yang berarti “dayaan budi”. Karena itu mereka membedakan“budaya” dan kebudayaan”. Demikianlah “budaya” adalah “daya dan budi” yang berupa cipta, karsa, dan rasa. Sedangkan “kebudayaan” adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa itu.7 Dalam istilah “antropologi budaya”perbedaan itu ditiadakan. Kata “budaya” di sini hanya dipakai sebagai uatu singkatan saja dari “kebudayaan” dengan arti yang sama. Kata culture merupakan kata asing yang sama artinya dengan kebudayaan”. Berasal dari kata Latin colere yang berarti “mengolah,mengerjakan,” terutama mengolah tanah atau bertani. Dari arti ini perkembang arti culture sebagai “segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam.” Di samping istilah “kebudayaan” ada pula istilah “peradaban”. hal yang terakhir adalah sama dengan istilah Inggris civilisation. Istilah tersebut biasa dipakai untuk menyebut bagian dan unsur dari kebudayaan orang halus, maju, dan indah, misalnya: kesenian, ilmu pengetahuan, sopan-santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan dan sebagainya. Istilah “peradaban” sering juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, ilmu pengetahuan, seni bangunan, seni rupa, dan sistem kenegaraan dari masyarakat kota yang maju dan kompleks.

 

 

Sistem Nilai Budaya, Pandangan Hidup, dan Ideologi Sistem nilai budaya merupakan tingkat yang paling tinggi dan paling abstrak dari adat-istiadat. Hal itu disebabkan karena nilai budaya merupakan konsep-konsep mengenai sesuatu yang ada dalam alam pikiran sebagian besar dari masyarakat yang mereka anggap bernilai, berharga, dan penting dalam hidup sehingga dapat berfungsi sebagai

suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi pada kehidupan para warga masyarakat tadi.

Walaupun nilai budaya berfungsi sebagai pedoman hidup manusia dalam masyarakat, tetapi sebagai konsep, suatu nilai budaya itu bersifat sangat umum, mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, dan biasanya sulit diterangkan secara rasional dan nyata. Namun. justru karena sifatnya yang umum, luas, dan tidak konkret itu, maka nilai-nilai budaya dalam suatu kebudayaan berada dalam daerah emosional dari alam jiwa para individu yang menjadi warga dan kebudayaan bersangkutan. Selain itu, para individu tersebut sejak kecil telah diresapi dengan nilai budaya yang hidup dalam masyarakatnya sehingga konsep-konsep itu sejak lama telah berakar dalam alam jiwa mereka. Itulah sebabnya nilai-nilai budaya dalam suatu kebudayaan tidak dapat diganti dengan nilai-nilai budaya yang lain dalam waktu singkat, dengan cara mendiskusikannya secara rasional.

 

 

Ya itu dia sedikit definisi dari Kebudyaan yang dapat saya bagikan, semoga tulisan ini bermanfaat dan kita ketemu lagi di Blog selanjutnya ya. Terimakasih 😊

Comments