KUPAS UNSUR KEBUDAYAAN SULAWESI UTARA (Pert-13)

 

Halooo teman – teman kali ini saya ingin berbagi sedikit tulisan tentang kebudayaan suatu daerah, dan kali ini saya mengangkat kebudayaan dari Sulawesi Utara, yuk kita mulai saja selamat membaca yaa…..

Sulawesi Utara (disingkat Sulut) adalah salah satu provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sulawesi, Indonesia, dengan ibukota terletak di kota Manado. Sulawesi Utara atau Sulut berbatasan dengan Laut Maluku dan Samudera Pasifik di sebelah timur, Laut Maluku dan Teluk Tomini di sebelah selatan, Laut Sulawesi dan provinsi Gorontalo di sebelah barat, dan provinsi Davao del Sur (Filipina) di sebelah utara. Penduduk Sulawesi Utara pada tahun 2020 berjumlah 2.621.923 jiwa, dan luas wilayahnya adalah 13.892,47 km2.

Sulawesi Utara memiliki kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 287 pulau dengan 59 di antaranya berpenghuni. Wilayah administratif Sulawesi Utara terbagi menjadi 4 kota dan 11 kabupaten dengan 1.664 desa/kelurahan. Sulawesi Utara terbagi menjadi dua zona yaitu zona selatan yang berupa dataran rendah dan dataran tinggi serta zona utara yang meliputi kepulauan. Zona ekonomi eksklusif Sulawesi Utara mencapai 190.000 km2 dengan pesisir pantai sepanjang 2.395,99 km dan luas hutan mencapai 701. 885 hektare. Wilayah Sulawesi Utara juga memiliki banyak gunung berapi.

 

                               

 

Dalam kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit informasi tentang asal suku saya yaitu Sulawesi Utara (SULUT) lebih tepatnya Manado. Indonesia memiliki ragam suku, ras, budaya, kebudayaan, bahasa juga agama dan didalam itu semua terdapat aspek – aspek pelengkap kehidupan warga setempatnya. Mari kita kupas beberapa hal dalam kebudayaan warga di Sulawesi Utara ini.

 

 

Beberapa unsur yang akan kita kupas :

1.       Bahasa

2.       Mata Pencarian

3.       Organisasi Sosial

4.       Sistem Pengetahuan

5.       Religi

6.       Kesenian

 

1.    Bahasa

Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang dapat dibilang cukup luas didalamnya pun terdapat ragam kebudayaan juga salah satunya ragam bahasa dari setiap daerah nya, bahasa merupakan sarana setiap manusia untuk dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya dan juga menjadi salah satu ciri khas suatu daerah dengan bahasanya tersebut.

Begitupun dengan daerah SULUT ini yang menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Kaidipang, Bahasa Manado, Bahasa Mongondow, Bahasa Ponosakan, Bahasa Sangir, Bahasa Talaud, Bahasa Tombulu, Bahasa Tonsawang, Bahasa Tonsea, Bahasa Tontemboan.

 

 Itu semua sebagai ciri khas bahasa yang mereka gunakan disana untuk berinteraksi antar sesama warga setempat. Daan juga bahasa tersebut menjadi suatu hal peningglan yang diteruskan pada anak cucu selanjutnya.

 

 

 

2.    Mata Pencarian

Mata pencarian atau suatu aktivitas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi daerah setempat bergantung pada hasil sumber daya alam dimana kebanyakan diantaranya hidup bergantung dengan mata pencarian hasil dari alam seperti :

 

Ø Nelayan

Ø Beternak

Ø Berkebun

Ø Pedagang Makanan

Mereka memnfaatkan sumber daya alam sekitarnya untuk mata pencarian nya dengan memanfaatkan lautan dan menangkap ikan untuk dijual, memanfaatkan tanah untuk berkebun seperti kopi, cengkeh dan sebgainya, beternak hewan, dan memanfaatkan keahlian nya dalam memasak untuk menjual makanan.

 

 

3.    Organisasi Sosial

Organisas sosial adalah salah satu aspek yang ada dalah kehidupan bermasyarakat tentunya didalamnya ada suatu tujuan bersama. Daerah sana pun memiliki organisasi sosial ditambah setian rumah mereka yang berdekatan dan padat organisasi pun terkadang terbuat awalnya tanpa mereka sadari dan terjadi begitu saja.

 

Disana antara saudara satu dengan yang satunya itu berdekatan bahkan bisa dikatakan

tetangga jadi untuk interaksi sosial mereka sangat mudah terjadi dalam lingkungan.

 

 

4.    Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan daerah setempat bisa dikatakan sudah ada di era zaman yang berkembang dan mudah didapatkan, ini pun berkaitan erat dengan teknologi yang ada karena saat ini besarnya informasi pengetahuan didapatkan dari media sosial ini semua karena berkembangnya teknologi saat ini.

 

Begitu hal nya sistem pengetahuan didaerah sana sama majunya dengan kota kota besar, mereka memiliki kemudahan yang sama dalam mendapatkan sistem pengetahuan.

 

 

5.    Sistem Religi

Aiatem religi ini pun behubungan dengan askpek kehidupan kita dimana setiap kita memeluk suatu agama kepercayaan yang menjadi keyakinan kita dan patokan hidup kita untuk dapat berbuat baik.

 

Bila melihan sistem religi pada daerah asal Sulawesi Utara warganya memegang beragam agama kepercayaan yang mereka anut, namun memang pemeluk agama Kristiani lebih dominan disana dapat dilihat dari setiap adanya hari besar agama Kristiani banyak warga yang terlibat ikut merayakan nya.

 

 

6.    Kesenian

Setiap daerah memiliki ciri khas kesenian nya sendiri dan setiap daerah tentunya memiliki kesenian yang berbeda – beda yang telah diwarisi oleh para orang tua untu dapat dilestarikan dan dijadikan suatu budaya kesenian.

 

Sama hal nya dengan daerah yang kita bahas ini dimana memiliki kesenian dari seni tari juga alat musik :

 

Tari Kabasaran

merupakan jenis tarian perang masyarakat Minahasa di Provinsi Sulawesi Utara yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu penting daidaerah nya.

Tari Kabasaran atau disebut Kawasaran diartikan sebagai orang yang kuat, disegani, ditakuti dan berkuasa. Tari Kabasaran ditarikan oleh para penari Sambil membawa persenjataan seperti mau perang, seperti pedang atau tombak.

 

Pakaian yang digunakan selain kemeja dan celana merah, juga menggunakan kain tenun Minahasa yang disebut, Kokerah, Pasolongan, Tinonton, dan Patola. Kemudian memakai topi berhias paruh burung Uwak (Buceros Exaratus). Secara keseluruhan busana tari Kabasaran disebut Pakeyan Nuak. Seluruh perlengkapan busana Kabasaran termasuk perhiasan kalung, gelang, topi, senjata, dan tajam. Tarian Kabasaran harus dapat mengejutkan penonton, sehingga ada penonton yang mengucapkan kata "arotetei, okela" yang artinya "aduh bukan main, astaga". Disinilah letak penilaian keindahan tarian Kabasaran

 

 

              

 

 

 

 

Kolintang

Kolintang adalah musik tradisional dari Sulawesi Utara yang dibuat dari kayu dan biasanya dimainkan oleh enam orang. Alat musik ini adalah salah satu musik tradisional Minahasa yang paling umum dan terkenal. Anda mungkin akan lebih banyak mendengar atau melihat musik tradisional ini dibanding musik tradisional Sulawesi Utara lainnya

 

 

          

 

 

 

 

Demikianlah unsur – unsur yang dapat saya bagikan dari kebudayaan Sulawesi Utara ini, semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua akan kebudayaan setiap daerah dari bahasa, ras, suku, agama, sampai dengan kesenian nya.

Dan semoga kita dapat menjadi salah satu penerus kebudayan tersebut ya…..

 

Kita jumpa lagi ditulisan – tulisan selanjutnya, terimakasih 😊

 

 

 

 

 

Buku Pengantar Ilmu Antropologi Koentjaraningrat, Rhineka Cipta 2002.

 

https://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Utara

 

https://www.google.com/search?q=bahasa+daerah+sulawesi+utara&rlz=1C1UEAD_enID928ID928&oq=bahasa+daerah+sulawesi+&aqs=chrome.2.69i57j0l9.10648j1j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8

 

https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/02/181500069/tari-kabasaran-tarian-perang-khas-minahasa?page=all

 

http://www.jotravelguide.com/kesenian_daerah_sulut.php

 

Comments

  1. Terimakasih yaa Mba"Hanna .. semangat menulisnya luar biasa yaa... hanya sayang kok tampilan gambarnya tidak ada yaa... Semoga UASnya sukses !

    ReplyDelete

Post a Comment