Catatan Kreatifitas Hanna Bersama Ibu Serepina Sesi 8 - WEBINAR 6
Kelas Kreativitas Universitas Mpu Tantular melalui Webinar Nasional bertema: Mengadopsi Cara Daring Untuk Kuliah Karyawan Pasca Pandemi, mengelaborasi secara ilmiah kebutuhan-kebutuhan mengenai kemungkinan pembelajaran daring dilakukan bagi kuliah kelompok karyawan jika pandemi Covid-19 usai. Prof. Dr. Pauline Pannen, M.L.S., mewakili Menteri Pendidikan, Budaya dan Ristek, Nadiem Anwar Makarim, yang dijadwalkan hadir namun berhalangan. Prof. Pannen dengan segar dan mencerahkan menjelaskan bahwa sejarah pembelajaran daring di Indonesia telah melewati puluhan tahun pelaksanaannya yang sangat sukses. “Orang dari berbagai segmen, juga mereka yang dengan berbagai kesibukannya, kebutuhan ekonominya, dan banyak hal lain telah turut mengikuti pembelajaran jarak jauh, salah satu yang kita kenal ialah eksistensi yang diakomodir oleh Universitas Terbuka”, ujar Prof. Pannen dalam pemaparannya sebagai Keynote Speaker.

“Tetapi yang perlu diklarifikasi, bahwa yang kita butuhkan terkait konsekuensi dari pandemi ini bukanlah ‘cara daring’ tetapi ‘pembelajaran daring’. Artinya bahwa pembelajaran bisa dilakukan baik offline maupun online. Jika karena pandemi kita tidak bisa ke kampus, maka pembelajarannya yang daring, bukan caranya, maksudnya dosen harus mempersiapkan agar materi kuliah disesuaikan dengan metode belajar jarak jauh. Mengondisikan mahasiswa untuk tetap mendapat transfer ilmu yang tepat dan berhasil”, demikian penjelasan Prof, Pannen.
Pembicaraan kunci yang dikemukakan dengan sangat menarik oleh Prof. Pannen oleh Moderator, yang juga Putra Papua sekaligus mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular, Yanuarius Taran, ditanggapi oleh para panelis yang hadir. “Pandemi telah memungkinkan berbagai lini dilakukan secara daring. Khusus dalam konteks Hukum Administrasi Negara, apakah cara belajar daring ini bida diterapkan setelah pandemi tentu mengacu pada hak warga negara untuk mendapatkan pengajaran. Negara harus hadir. Kehadiran negara termasuk mengondisikan kemudahan bagi warga negara, termasuk mereka yang karyawan, agar memperoleh pendidikan yang baik dan tepat”, ungkap Dr. Busrizalti, SH., MH, Pakar Hukum Administrasi Negara yang juga Hakim Ad Hoc Tipikor dan mantan Dekan Fakultas Hukum, Universitas Mpu Tantular Jakarta. “Dan, di era jelang 5.0, pembelajarn kita terpengaruh oleh berbagai pengaruh eksternal yang mendorong kita untuk mengubah mindset. Mengubah mindset itu harus memperhatikan banyak faktor. Tiga hal yang harus dilihat ialah Education Transformation in creativities and innovative model, Challenges E-Learning Education in post pandemic Era, Environmental Impact and Challenges in Digital Era”, Dr. FX. Suyud Margono, SH., MH., FCIArb., mempertajam argumen Prof. Pannen dan Dr. Busrizalti.

Ketua Panitia pelaksana Webinar Asrul Harahap menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa karyawan, panitia menyadari bahwa efisiensi telah terjadi akibat pandemi terlebih kepada kuliah karyawan ini. “Saya merasa tidak perlu beli baju bagus-bagus untuk tampil rapih di kampus, juga tidak mengeluarkan biaya bensin, juga efisiensi waktu terjadi ketika mobilitas dari kantor ke kampus yang kadang waktunya mepet hingga bisa terlambat masuk kelas. Semuanya menjadi efisien, tetapi yang terutama saya menjadi aman, di masa pandemi yang tidak tahu kapan berlalu ini, cara daring ini adalah pilihan bagi saya untuk bisa aman dalam belajar”, ungkap Michael Kodoati, S.Fil., panelis mewakili mahasiswa karyawan. Itulah mengapa Webinar ini mengangkat tema mengenai cara daring yang dimungkinkan untuk diadopsi di masa pandemi. Pembahasannya menarik, karena melibatkan diskusi yang berkesinambungan dan komprehensif dari berbagai pihak, termasuk unsur dosen sebagai penggerak bagaimana ilmu pengetahuan tersebut dapat ditransfer kepada mahasiswa. “Kreatif, inovatif dan terus mencari metode yang membuat mahasiswa ingin belajar. Apalagi di masa pandemi, kepanitiaan webinar semacam ini adalah salah satu cara, bagaimana mahasiswa diarahkan untuk mendapatkan transfer ilmu, mereka mengasah soft skill dan menjadi tahan uji sehingga bisa sukses”, ujar Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom., Dosen Universitas Mpu Tantular.
Webinar Nasional bertajuk Mengadopsi Cara Daring Bagi Kuliah Karyawan Pasca Pandemi berlangsung selama tiga jam, menampilkan kreativitas panitia dalam menyusun penampilan daring babak-babak acara dengan apik dan teratur, memperhitungkan manajemen waktu webinar dan kualitas isi diskusi. Dr. Ina Heliany, SH., MH., sebagai Kaprodi Ilmu Hukum, FH Universitas Mpu Tantular mewakili Universitas untuk menyampaikan sambutan, dan Bapak Budi P. Sinambela, BBA, sebagai Ketua Yayasan Budi Murni Jakarta secara resmi membuka acara sekaligus memberi harapan agar kreativitas mahasiswa di masa pandemi terus dipupuk dan ditingkatkan. Antusiasme dari peserta juga begitu terlihat dengan diskusi yang hangat, didukung oleh sponsor yang mendukung acara: Komunitas Ruang Legal, Komunitas Sastra Koma, Lio Art Papua, Pureenmine, Gabriel Kitchen, SKK, CV. Semiotika, Ani Ros Collections, dan Ragam Opini serta Satukan Indonesia sebagai media partner.
Ditunggu tulisan lainnya yaa .. Tks sudah berbagi mba Hanna !
ReplyDelete